Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako digelar dengan nuansa Demokrasi

Mahaswara – Fakultas Pertanian Universitas Tadulako lagi-lagi merayakan pesta pemilihan yang sebelumnya terlaksana pemilihan dekan pada kamis kemarin (31/01).

Pesta pemilihan kali ini berujung demokrasi yang diikuti dua HMJ yaitu kedua kandidat yang saling bertarung dalam kanca posisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

Kandidat dari dua HMJ ini, pertama berasal dari Agribisnis dan Agroteknologi atas nama Asep Nur Rohman (calon ketua) dan Syamsulwedi (calon wakil ketua), kedua dari Agroteknologi dan Agroteknologi atas nama Ismail S. (calon ketua) dan Raihanda Dwimart Mangawe (calon wakil ketua).

Pada kamis (14/03) kedua calon ketua dan wakil ketua BEM melakukan debat kandidat pada jam 13.30 hingga selesai yang bertempat di area Gazebo Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

Alhasil pada senin pagi hingga sore Pemilihan Raya (PemiRa) berlansung dengan baik dan disambut antusias oleh peserta pemira (18/03).

“Dalam pemira ini kenapa harus waktunya terbatas, mengingat dari teman-teman masih banyak yang belum sempat melakukan pencoblosan karena waktu yang terlalu singkat dan kenapa saya menyambut pemira ini karena dari calon kandidat saya memiliki teman yang sedang mencalonkan..” Ungkap Dedy Waldy salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada senin siang (18/03)

Pemira yang berlansung selama beberapa hari ini berhasil mencetak pemimpin baru di tataran Eksekutif yaitu terpilihnya kandidat kedua atas nama Ismail S. dan Raihanda Dwimart Mangawe pada senin (18/03) yang berlokasi di Area Gazebo Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

Iklan

Somay Go To Campus

Mahaswara – Menjual adalah suatu masalah perorangan yang sifatnya kreatif. Dengan memiliki ilmu menjual, penjual dapat melakukan tugasnya dengan lancar dengan pelanggan. Teruntuk Bapak Basri salah satu penjual Somay yang kembali ke kampus dalam rutinitas penjualannya.

Senin (18/02) Aktivitas kampus kembali diwarnai dengan penjualan somay yang ada di area kampus salah satunya di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Masuknya penjual somay ditandai dengan aktivitas penjualan oleh Bapak Basri yang berjualan di dekat parkiran Gedung B Fakultas Pertanian pada Senin pagi (18/02).

Alasan masuknya penjual somay ke dalam kampus yaitu karena adanya niat dari beberapa penjual somay yang meminta izin untuk masuk ulang akan tetapi harus menambah biaya pajak.
“Alasan mengapa masuk kembali yaitu karna melihat dari teman-teman yang lain meminta izin untuk masuk, yang penting biar bayaran kami dinaikkan yang penting kami bisa masuk” Ungkap Bapak Basri salah satu penjual somay pada Senin (18/02).

Masuknya penjual somay juga disambut dengan senang oleh kalangan mahasiswa karena dapat meminimkan pengeluaran sekaligus ketika lapar ada makanan yang bisa menjanggal perut ketika lapar disaat perkuliahan berlansung.

“..Masuknya penjual somay dalam kampus itu bagus karena ada tempat makan sekaligus memudahkan mahasiswa yamg kekurangan uang dan dapat menganjal ketika lapar”. Ungkap Sutami salah seorang Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada Senin di Kelas B02 (18/02)

Upgrading Pengurus Formadiksi Masa Bhakti 2018/2019

Mahaswara – Upgrading merupakan sebuah kegiatan pelatihan peningkatan mutu, pengetahuan, dan ilmu berorganisasi bagi pesertanya dalam hal ini para pengurus baru Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMADIKSI) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

FORMADIKSI Fakultas Pertanian Universitas Tadulako masa bhakti 2018/2019 menyukseskan kegiatan Upgrading Pengurus dengan mengangkat sebuah tema Terciptanya Nalar Harmonis dan Peningkatan Kualitas dalam Menjalankan FORMADIKSI yang berlansung di gedung B03 Fakultas Pertanian pada Sabtu Pagi hingga selesai (16/02).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus baru FORMADIKSI yang berasal dari angkatan 2016 dan 2017, DPO FORMADIKSI dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bidikmisi (HIMADIKSI) Universitas Tadulako sekaligus membuka kegiatan.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk kedepannya semua pengurus dapat mengambil peran dan fungsinya serta lebih selaras dalam menjalankan tiap-tiap kegiatan yang akan dicanangkan.Ilhamsyah selaku ketua umum dalam sambutanya menyatakan bahwa “esensi dari tema yang diangkat dalam kegiatan upgrading adalah bagaimana nantinya pengurus baru bisa satu pemikiran dalam menjalankan fungsi-fungsinya dalam menjalankan Formadiksi sekaligus melakukan peningkatan kualitas untuk FORMADIKSI kedepannya”. Tangkas ketum Formadiksi pada Sabtu (16/02).

Pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Bidikmisi FP Untad Masa Bhakti 2018-2019

Mahaswara – Pelantikan adalah suatu peresmian seseorang ketika ditetapkan, diangkat dalam suatu jabatan/tingkatan untuk diketahui layak oleh seseorang bahwa ia telah diangkat dalam suatu jabatan.

Tertanggal 01 Februari 2019, Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMADIKSI) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako mengadakan pelantikan yang dimana setiap pergantian wajah baru maka seyogyanya melakukan pelantikan sebagai tanda peresmian untuk kepengurusan yang baru. Pelantikan pengurus periode 2018-2019 berlansung di Gedung B01 pada Kamis (01/02), pukul 09.00 wita hingga selesai.

Dr. Syamsudin Laude, SP. MP selaku pembina dan sekaligus yang melantik, dengan sepatah kata memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru teruntuk juga selaku ketua umum Forum Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang baru saja dilantik yaitu saudara Ilhamsyah.

Wajah Baru Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Masa Bhakti 2019-2023

Mahaswara – Pemilihan adalah representatife dalam mengeluarkan hak suara. Hak suara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hak untuk memberikan suara (spt di pemilihan umum) . Menurut Ali Moertopo, pemilihan umum adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya dan merupakan lembaga demokrasi. Pemilu adalah wujud nyata demokrasi prosedural, meskipun demokrasi tidak sama dengan pemilihan umum, namun pemilihan umum merupakan salah satu aspek demokrasi yang sangat penting yang juga harus diselenggarakan secara demokratis.

Tertanggal 31 Januari 2019, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako melakukan pesta pemilihan Dekan untuk memimpin Fakultas Pertanian pada periode 2019 hingga 2023.

Masa Bhakti 2019-2023 diikuti oleh dua orang yakni Dr. Ir. Muhardi, M.Si dan Dr. Syamsuddin Laude, SP. MP. Dimana dua calon kandidat ini masih menjabat selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, dan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

Alhasil dalam forum pemilihan dekan pada Kamis (31/01) yang bertempat di Ruang Senat Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pukul 09.30 – 12.30 wita, mendapatkan hasil bahwa dekan terpilih adalah Bapak Dr. Ir. Muhardi M.Si yang terpilih secara aklamasi dalam artian tanpa adanya pemilihan. Tanpa adanya pemilihan yang terjadi terbukti berdasarkan dengan pernyataan calon kandidat kedua yakni Dr. Syamsuddin Laude, SP. MP yang menyatakan bahwa suara yang beliau miliki lansung diserahkan sepenuhnya/mendukung penuh kepada calon kandidat pertama.

Beasiswa S2 Thailand di AIT On 2019-2020

Mahaswara – Tawaran beasiswa juga datang dari kawasan Asia Tenggara, yaitu Thailand. Setiap tahunnya, Pemerintah Kerajaan Thailand menawarkan beasiswa Master bagi pelajar di negara Asia, termasuk Indonesia untuk lanjut ke jenjang pendidikan di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Beasiswa ini terdapat dua skema yaitu His Majesty the King’s Scholarships dan Her Majesty the Queen’s Scholarships. Dua beasiswa ini merupakan bentuk kehormatan tertinggi dan penghargaan bagi yang mulia Raja dan Ratu Thailand serta bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling pengertian antar pemuda Asia.

Adapun untuk informasi terkait beasiswa tersebut, lansung saja kita simak informasi berikut.

Beasiswa S2 Thailand di AIT

1. His Majesty the Kings Scholarships

Dikenal juga dengan beasiswa Yang Mulia Raja merupakan beasiswa penuh yang ditujukan bagi lulusan sarjana yang berprestasi. Beasiswa ini diperuntuhkan bagi peserta yang ingin mengambil program Master pada salah satu jurusan di School of Engineering and Technology (SET) dan School of Management (SOM), AIT.

[=] Program master yang ditawarkan oleh SET, AIT adalah:

– Master of Engineering

– Master Of Science

– Master of Business Administration

Detail program lebih lanjut klik Program Master di SET, AIT

[=] Program Master yang ditawarkan oleh SOM, AIT adalah:

– Master of Business Administration (MBA)

Detail program lebih lanjut klik Program Master di SOM, AIT

2. Her Majesty the Queens Scholarships

Selain adanya beasiswa Yang Mulia Raja ada juga beasiswa Yang Mulia Ratu atau beasiswa Ratu yang merupakan beasiswa S2 Penuh bagi peserta yang berminat pada program Master Resources and Development (SERD) di School Of Environment, AIT.

[=] Program yang ditawarkan oleh SERD, AIT adalah:

– Agri-Business Management

– Agricultural Systems and Engineering

– Aquaculture and Acuatic Resources Management

– Food Engineering and Bioprocess Technology

– Climate Change and Sustainable Development

– Energy

– Environmental Engineering and Management

– Energy Business Management

– Urban Water Engineering and Management

– Disaster Preparedness, Mitigation and Management

– Gender and Development Studies

– Natural Resources Management

– Regional and Rural Development Planning

– Urban Environmental Management

Detail program lebih lanjut klik Program Master di SERD, AIT

Cakupan Beasiswa:

1. Tanggungan penuh biaya perkuliahan

2. Biaya akomodasi

3. Biaya hidup di Asrama kampus AIT. Beasiswa akan diberikan dengan durasi 22 bulan selama masa perkuliahan.

Persyaratan:

1. Warganegara Asia

2. Lulusan S1 pada bidang terkait dari perguruan tinggi yang terakreditasi

3. Mahir berbahasa Inggris (Skor TOEFL 550 atau IEFLTS 6.0, atau yang setara)

4. Memiliki catatan prestasi yang baik di jenjang sarjana

a. IPK minimum 3.0 atau setara untuk Universitas yang masuk peringkat 1.000 terbaik berdasarkan Q.S Ranking

b. IPK minimum 3.5 atau setara untuk Universitas selain dari poin a.

Langkah-langkah pendaftaran:

Untuk mendaftar beasiswa S2 Thailand, pelamar harus dinominasikan terlebih dahulu oleh pihak Ketua Jurusan/Departemen atau Dosen Pembimbing dari Universitas asal dengan mengisi Formulir Nominasi (Download Formulir Nominasi). Setelah mengisi Formulir, selanjutnya kirimkan via email ke : rtg@ait.ac.th

Setelah mendapatkan nominasi, pelamar diminta untuk mendaftarkan diri secara online dengan mengisi Formulir Pendaftaran AIT pada website resmi : https://www.ait.ac.th/admissions/application-form/ Kemudian pilih Apply Here.

Batas akhir pendaftaran beasiswa adalah tanggal 31 Maret 2019, oleh karena itu pengiriman form nominasi sebaiknya dilaksanakan jauh-jauh hari disusul dengan pendaftaran beasiswa sebelum deadline diatas.

Yang harus dilengkapi:

[=] Salinan ijazah dan transkip S1

[=] Dua surat rekomendasi

[=] Sertifikat TOEFL atau IELTS.

Jika ada pertanyaan terkait ini bisa hubungi kontak yang ada:

Telepon

1. Ms. Wilailak at 02-524-5023

2. Ms. Kanchana at 02-524-6119

Email

rtg@ait.ac.th

Sumber Informasi:

https://indbeasiswa.com/2018/12/beasiswa-s2-thailand-full-ait.html

https://www.ait.ac.th/admissions/scholarships/royal-thai-government/

10 Quote di Awal Yang Baru

Mahaswara – Berikut 10 quote yang berisi kata mutiara, doa dan motivasi di awal yang baru.

Nah, lansung saja simak 10 quote yang bisa teman-teman jadikan story ataupun status di timeline teman-teman.

1. Manusia diibaratkan dengan kembang api. akan tiba dimana kita bersinar sebelum semua itu berakhir, artinya kita harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

2. Kita tidak akan bisa mengendalikan angin saat berlayar, tapi kita bisa menyesuaikan layarnya. Selamat berlayar dan selamat menjemput takdir di awal yang baru ini.

3. Hidup adalah kesempatan yang harus di ambil. Selamat memulai tantangan baru di awal yang baru.

4. Jangan sesali masa lalu, jangan mengkhawatirkan masa depan karena selalu ada harapan dan kemungkinan terbaik untuk awal baru. Karena tidak ada kata terlambat untuk memulai berbuat positif.

5. Kehidupab diibaratkan seperti jam dinding akan bergerak berputar layaknya sebuah waktu akan kembali berulang meski bukan waktu yang sama.

6. Bergegaslah menggapai awal yang baru untuk mimpi-mimpimu

7. Mari melangkah dengan semangat yang lebih menggelora dan tekad yang lebih membaja dalam mengawali awal yang penuh makna.

8. Ketika awal yang baru tiba, jangan hanya merayakan dengan suka cita maknai dengan religus bahwa semua itu adalah anugrah untuk kita yang diberikan oleh Pencipta.

9. Detik-detik menuju awal yang baru, mari menjadi lebih baik lagi. Jadikanlah masa lalu kita sebagai kenangan dan sebagai pembelajaran.

10. Setiap momen dalam hari-hari kita mempunyai maknanya sendiri-sendiri. Pagi hari membawa harapan, siang hari mengusung keyakinan, dan malam bermakna impian. Semoga awal yang baru ini semua itu bisa kita gapai.

Jangan lupa Ikuti akun Facebook kami, lansung saja klik…

LPM Mahaswara FP-Untad

Anekdot dan Kata Kata

Konferensi eLSAM distrik Pertanian Universitas Tadulako ke-XVII

Lembaga Studi Advokasi Mahasiswa (eLSAM) distrik Pertanian Universitas Tadulako adakan pembukaan Konferensi eLSAM distrik Pertanian Universitas Tadulako yang ke-xvi dengan tema “Melalui Aksi Kami Berani, Melanjutkan Kepemimpinan untuk Generasi yang Peduli dan Bertanggung Jawab”, Senin (10/12).

Adapun maksud dari tema ini, Nur Sahira Natasya selaku ketua panitia kegiatan menuturkan bahwa tema ini bertujuan terpilihnya pimpinan baru dan jajaran pengurus untuk periode selanjutnya dalam melanjutkan tongkat estafet kepengurusan.

Hamadi selaku ketua eLSAM distrik Pertanian Universitas Tadulako dalam tambahannya bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu dapat menumbuhkan rasa peduli, tanggung jawab bagi pengurus nantinya untuk membawa nama eLSAM menjadi lebih baik dan eksis lagi.

Jeki Sp. Ms.c selaku pembina eLSAM distrik Pertanian menyatakan suatu organisasi dikatakan maju ataupun baik yaitu ketika adanya dinamika yang terbangun untuk mengasah kecerdasan intelektual (saling beradu argumen).

Acara berlansung pada pukul 10.00 wita sampai selesai di Gedung B04 Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang dihadiri oleh Pembina eLSAM distrik Pertanian Universitas Tadulako, beberapa ketua-ketua lembaga beserta perwakilannya di lingkup Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Perwakilan eLSAM Universitas Tadulako, Perwakilan eLSAM distrik Hukum, distrik Ekonomi, distrik Kehutanan dan dari perwakilan Universitas Tomakaka.

OPINI: Realita Mahasiswa Zaman “Now”

Oleh: Deki R Abdillah

“Wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun ke jalan demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta”. Lirik yang sudah tak asing lagi bagi mahasiswa – mahasiswa diseluruh penjuru negeri ini. Lirik lagu tersebut memang seakan menggambarkan fungsi dan perjuangan dari mahasiswa, namun apakah hari ini memang seperti itu realitanya?

Menurut Knopfemacher (dalam suwono, 1978) mahasiswa merupakan insan – insan calon sarjana yang terlibat dalam suatu instansi perguruan tinggi, dididik serta diharapkan menjadi calon – calon intelektual. Mahasiswa memang menjadi ujung tombak dari suatu bangsa, semakin baik kualitas mahasiswa di suatu bangsa, maka semakin baik pula bangsa tersebut.

Namun demikian, sekarang mari kita berbicara peran dan fungsi mahasiswa yang pertama adalah sebagai social control di tengah masyarakat. Peran mahasiswa sebagai social control terjadi saat ada hal yang tidak beres maupun ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah seharusnya memberontak terhadap kebusukan – kebusukan yang terjadi dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim. Kemudian, jika mahasiswa acuh dan juga tidak peduli dengan lingkungannya, maka sudah tidak ada lagi harapan yang lebih baik untuk kehidupan bangsa nantinnya.

Mahasiswa memang sudah seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian socialnya, dimana mahasiswa harus peduli terhadap masyarakat, sebab mahasiswa adalah bagian dari masyarakat. Kepedulian tersebut bukan hanya diwujudkan dalam bentuk demo ataupun turun kejalan saja, tetapi dengan pemikiran – pemikiran cemerlangnya, diskusi – diskusi, atau memberikan bantuan moril dan juga materil kepada masyarakat serta bangsa.

Peran masiswa yang kedua adalah sebagai agent of change yang artinya mahasiswa juga sebagai agen perubahan. yakni bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri, kemudian dengan gagahnya mengusir para penjahat serta dengan gagah sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan oleh penduduk setempat. Dalam artian ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, tetapi sebagai objek atau pelaku dalam perubahan tersebut. Sikap kritis yang positif harus dimiliki dan sering dapat membuat sebuah perubahan besar dan juga membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah serta cemas.

Banyak pembodohan serta ketidakadilan yang telah dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Sudah seharusnya Anda berpikir untuk mengembalikan dan juga mengubah keadaan tersebut. Perubahan yang dimaksud yakni perubahan kearah yang positif serta tidak menghilangkan jati dirinya sebagai mahasiswa dan juga Bangsa Indonesia.

Peran mahasiswa selanjutnya adalah sebagai guardian of value yang artinya Anda yang sudah dikatakan sebagai pelajar tingkat tinggi memiliki peran sebagai penjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlak, yakni menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas, empati dan sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan dalam masyarakat lainnya. Selain itu juga, dituntut pula untuk mampu berpikir secara ilmiah tentang nilai-nilai yang mereka jaga. Bukan hanya itu saja, Anda juga sebagai pembawa, penyampai, dan penyebar nilai-nilai serta ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari.

Namun apakah hari ini kita sebagai mahasiswa masih menjalankan peran dan fungsi kita sebagaimana mestinya, apakah kita tetap menjaga marwah dan identitas kita sebagai garda terdepan dalam kemajuan bangsa? Hari ini kita secara pahit harus mengatakan kita secara perlahan mulai melupakan identitas kita sebagai mahasiswa. Lihatlah sekarang bagaimana mahasiswa yang hanya pergi kuliah untuk pulang, lihatlah lbagaimana mahasiswa sekarang yang hanya untuk mengatakan pendapat harus duduk diam dan gemetaran, lihatlah hari ini mahasiswa yang hanya diam tak bersuara ketika hak mereka dirampas dan dibelenggu oleh pihak-pihak tertentu dan apakah hari ini kita masih layak untuk disebut sebagai “Mahasiswa”.
Tidak sedikit pula mahasiswa zaman sekarang yang secara sadar atau tidak terlibat dalam politik praktis yang artinya mahasiswa tersebut hanya dijadikan sebagai “kuda” oleh pihak-pihak yang mencari kepentingan politik dengan melibatkan mahasiswa tersebut yang berakibat mahasiswa zaman sekarang sudah memiliki hubungan dan berinteraksi dengan partai politik yang mana hal itu sudah jelas dilarang di dalam peraturan per undang-undangan.

Realitanya kita memang sudah terlalu lama tertidur, melupakan fungsi dan identitas kita sebagai mahasiswa ditengah situasi dan persaingan global yang semakin sengit kita harus bangun dari tidur panjang kita ini dan mulai mempertanyakan kembali apakah kita sudah berbuat sesuatu untuk negeri ini, apakah kita memang sudah menjadi mahasiswa yang sesungguhnya karena kita mau tidak mau, suka tidak suka adalah generasi-generasi yang kelak akan menentukan kemana arah bangsa ini akan dibawa.

Pada akhirnya penulis berharap kita semua sebagai mahasiswa dapat kembali menjalankan peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa, kita ada untuk bersuara maka bersuara lah jika kita diam maka seluruh orang akan diam, jika kita bersuara maka disanalah hakikat kita sebagai mahasiswa terjadi. Kita ada untuk Indonesia kita ada untuk masyarakat yang kita cintai maka belajarlah untuk mengabdi, memenuhi panggilan negeri. (***)

Penulis adalah Wakil Bupati Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Jambi

Sumber : https://www.serujambi.com/2017/opini-realita-mahasiswa-zaman-now/

Menolak Penggusuran, Mahasiswa FISIP: Kami Tidak Diam

PALU – Senin, (17/9/18) Ratusan massa dari berbagai lembaga HMJ dan UKMF Fakultas Sosial & Imu Politik (FISIP) menggelar aksi besar-besaran di depan kantor dekanat menuntut penggusuran pondok-pondok milik lembaga yang menjadi tempat diskusi mahasiswa.

Massa aksi kali ini menuntut bahwa tidak ada pembongkaran pondok tanpa mediasi, tidak ada relokasi sekretariat, ganti rugi pondok yang sudah dihancurkan secara sepihak tanpa mediasi.

Setelah dikonfirmasi, Wahyu selaku Ketua BEM FISIP menegaskan bahwa setiap mengambil keputusan harus ber koordinasi terlebih dahulu antara mahasiswa dan birokrasi. “tuntutan ini bermaksud agar selalu ada koordinasi antara kedua belah pihak, tanpa persetujuan sebelah pihak tindakan pembongkaran atau relokasi sekretariat tidak dapat dilakukan” imbuhnya

Dalam aksipun salah satu orator massa aksi menyuarakan bahwa pondok digusur tanpa persetujuan dari pengurus lembaga dimana penggusuran ini dilakukan secara sepihak oleh birokrasi demi alasan Akreditasi

Oleh karenya setelah berdialog bersama Pimpinan Fakultas terdapat beberapa kesepakatan diantaranya tidak akan ada lagi pembongkaran pondok tanpa melalui jalur mediasi, akan dilakukannya ganti rugi kepada pondok yang telah dibongkar, dan tidak akan dilakukakn pemindahan sekret ke sekber.

Reporter : SF